Kamis, 22 Desember 2016

Surat Untuk Pak Naka

Dear Pak Naka,
Assalamualaikum wr.wb
Saya sungguh terharu Bapak mengirim surat untuk saya, dan berkesempatan untuk membalas sifatnya dengan sangat pribadi. Saya bingung mau membalas apa. Karena surat yang Bapak kirimkan saya kurang paham apa tujuan Bapak. Karena didalam surat itu menurut saya Bapak sedang curhat. Tapi meskipun isi surat Bapak curhat, tapi kata-kata yang Bapak sungguh menarik. Ya, memang menarik, karena Bapak sudah terbiasa menulis, sedangkan saya masih belajar menulis. Bapak Naka yang kagumi, sejujurnya saya ingin sekali seperti Bapak yang pandai menulis, tapi tak tau kenapa saya belum juga pandai menulis. Meskipun, sudah bapak tugasi terus-menerus untuk menulis. Kira-kira apa sebabnya ya, pak ? Saya juga mau bertanya kepada Bapak, bagaimana cara menumbuhkan ide yang kreatif dan unik untuk menulis ya pak. Saya bingung mau menulis apalagi. Tapi sebenarnya saya masih ingin meulis yang sebanyak-banyaknya. Tidak tau kenapa kenapa saya sangat sulit untuk menulis,.
Kira-kira Bapak jam segini lagi ngapain ya ? udah sarapan atau makan siang ? Mungkin Bapak sedang capek karena seharian mengajar, tak apa pak karena Bapak kami semua bisa mengetahui banyak hal. Sebelumnya saya minta maaf pak, saya hanya bisa membalas dengan kata-kata apa adanya seperti ini. Tidak sesuai dengan yang Bapak minta. Tapi saya sudah tidak tau mau menulis apa lagi. Saya berharap Bapak mengajari bagaimana agar saya lancar menulis. Agar dapat menulis yang luar biasa seperti Bapak
Wassalamualaikum wr.wb

Nama         : Sudariyanti Lestari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar