Dear Pak Naka,
Assalamualaikum wr.wb
Saya sungguh terharu Bapak mengirim surat untuk saya, dan
berkesempatan untuk membalas sifatnya dengan sangat pribadi. Saya bingung mau
membalas apa. Karena surat yang Bapak kirimkan saya kurang paham apa tujuan
Bapak. Karena didalam surat itu menurut saya Bapak sedang curhat. Tapi meskipun
isi surat Bapak curhat, tapi kata-kata yang Bapak sungguh menarik. Ya, memang
menarik, karena Bapak sudah terbiasa menulis, sedangkan saya masih belajar
menulis. Bapak Naka yang kagumi, sejujurnya saya ingin sekali seperti Bapak
yang pandai menulis, tapi tak tau kenapa saya belum juga pandai menulis.
Meskipun, sudah bapak tugasi terus-menerus untuk menulis. Kira-kira apa
sebabnya ya, pak ? Saya juga mau bertanya kepada Bapak, bagaimana cara
menumbuhkan ide yang kreatif dan unik untuk menulis ya pak. Saya bingung mau
menulis apalagi. Tapi sebenarnya saya masih ingin meulis yang
sebanyak-banyaknya. Tidak tau kenapa kenapa saya sangat sulit untuk menulis,.
Kira-kira Bapak jam segini lagi ngapain ya ? udah sarapan
atau makan siang ? Mungkin Bapak sedang capek karena seharian mengajar, tak apa
pak karena Bapak kami semua bisa mengetahui banyak hal. Sebelumnya saya minta
maaf pak, saya hanya bisa membalas dengan kata-kata apa adanya seperti ini.
Tidak sesuai dengan yang Bapak minta. Tapi saya sudah tidak tau mau menulis apa
lagi. Saya berharap Bapak mengajari bagaimana agar saya lancar menulis. Agar
dapat menulis yang luar biasa seperti Bapak
Wassalamualaikum wr.wb
Nama : Sudariyanti Lestari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar