CERITA RAKYAT,CERMIN PERILAKU
ZAMAN SEKARANG
Oleh : Sudariyanti Lestari
(15410265,3F)
Di
Indonesia,hampir di setiap daerah,suku,adat istiadat,seni,legenda,dan
sebagainya mempunyai ciri khas masing-masing.Contoh Tangkuban Prahu,Danau Toba
tentu tidak asing di telinga kita,hampir di setiap daerah memiliki cerita yang
sudah indentitas daerah tersebut.Selain legenda tentang suatu tempat,setiap
daerah selalu mempunyai cerita yang sudah menjadi turun-temurun suatu
masyarakat dan sudah di percayai bahwa cerita tersebut benar-benar ada seperti
Jaka Tarub.Meskipun cerita tersebut hanya berkembang dari mulut ke mulut,
tetapi sudah melekat di kehidupan masyarakat dan tidak bukti nyata yang menjadi
dasar cerita tersebut.
BERAWAL DARI
CERITA
Disini
cerita yang saya ambil adalah cerita Jaka Tarub.Konon Jaka Tarub adalah sosok
pemuda yang gagah perkasa.Ia sering keluar masuk hutan,hutan itu terdapat
sebuah telaga.Tanpa sengaja ia melihat tujuh bidadari yang turun dari
kayangan.Ketika melihat bidadari cantik itu,ia teringat kepada ibunya yang
sudah meninggal karena Jaka berjanji akan menikah dengan seorang bidadari.Jaka
bergegas mengambil selendang dari salah seorang bidadari tersebut yang bernama
Nawang Wulan.Ketujuh bidadari tersebut bingung mencari selendang yang di ambil
Joko.Nawang Wulan memutuskan untuk menyuruh adik-adiknya kembali ke
kayangan.Nawang Wulan kembali berendam di telaga itu,kemudian Nawang Wulan
berbicara,jika yang menemukan selendang tersebut seorang wanita makan ia akan
menjadikan wanita tersebut sebagai
saudaranya.Kalau yang menemukan Selendang seorang laki-laki,maka ia akan
menjadikannya seorang suami.Joko pun mendengar perkataan bidadari itu.Joko
bergegas untuk menghampirinya,dan menyakan apakah ucapan sang bidadari itu
benar atau tidak.Tak menunggu waktu lama joko dan Nawang Wulan menikah,kemudian
Nawang Wulan hamil dan melahirkan seorang putri yang bernama Nawangsih.Pada
suatu ketika Nawang sih berpesan kepada Jaka untuk tidak membuka panci yang
berisi sebuah batu yang akan berubah menjadi sebuah nasi.Tetapi jaka lupa akan
hal itu,sesampa di rumah Nawang Sih marah kepada Jaka karena ia tidak menepati
amanah dari sang istri.Tiba-tiba Nawang sih menemukan selendangnya yang
hilang,ia sangat kecewa kepada Jaka yang telah membohonginya.Tanpa berpikir
panajng nawang sih langsung kembali ke kayangan,Joko pun merintah menimta agar
istrinya tetap berada di bumi untuk mengurus anaknya.Nawang sih berjanji bahwa
ia tidak melupakan kewajibannya menjadi seorang ibu,ia akan menemui Nawang Sih
setiap bulan purnama tetapi dengan satu syarat Nawang sih harus sendiri tanpa
harus di temani oleh Jaka Tarub.
BELAJAR DARI
CERITA
Disetiap
daerah tentu memiliki cerita turun temurun,otomatis tentu ada hal yang sudah
menjadi pantangan untuk di jauhi warga yanag tinggal di daerah
tersebut.Masyarakat pendesaan tentu masih memegang erat aturan yang di yakini.sampai-sampai
tidak ada seorang pun yang berani melanggar aturan tersebut.Namun,kenyataan pada
zaman sekarang anak muda-mudi sudah tidak lagi menggubris aturan itu,bahkan
mereka kadang tidak tahu bagaimana legenda di daerah mereka.Dari cerita Jaka
Tarub kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita ketika berjanji kepada
seseorang,lebih lagi kepada orang tua yang telah memebesarkan kita maka sesulit
apaun kita harus menepati janji tersebut,karena janji akan di tagih meskipun
kita sampai mati.
Nilai
etika yang tercermin dari cerita di atas yaitu Joko mengintip ketujuh bidadari
yang sedang mandi di sungai,ia rela sampai bersembunyi di balik semak-semak.Hal
ini sungguh tidak patut kita kita tiru,apalagi zaman sekarang banyak pengaruh
negatif yang dapat dengan mudah kita akses melalui media internet.Hal yang
tidak lazim dapat terjadi pada anak yang berusia di bawah umur,ketika orang tua
mngawasi gerak anak untuk mengakses internet.Disini peran orang tua sangat di
butuhkan agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
MONOLOG BALADA
SUMARAH
Sumarah
anak seorang PKI yang selalu di pandang hina di daerah sekitarnya.Bapak Sumah
di penjara karena di tuduh menjadi anggota PKI,padahal beliau hanya kulakan
gula dari PKI tersebut.menyingkat cerita,Sumarah mmutuskan untuk menjadi
TKW,pelajaran yang ia perolah di sekolah sedikitpun tidak berguna untuk
menaikkan derajat TKW.Sumarah di perlakukan tidak wajar di negeri orang,ia di
siksa,diperkosa.Dan ketika ia sudah tidak kuat menahan kesakitan ia yang
rasakan,ia memutuskan untuk membunuh majikannya sendiri.
Pemenjaraan
memang sangat berdampak bagi psikologis seorang anak.Damapak yang paling bgesar
bagi seorang anak yaitu,pertama anak merasa di kucilkan oleh lingkunagn
setempat.yang kedua dimensi pendidikan akan berdampak pada ketidaktiadaan
nilai-nilai moral anak terhadap masyarakat.Sehingga anak akan menganggap semua
hal yang ia lakukan benar.
Teori
Ekologi dari Urie Bronfenbrenner maka dapat di simpulkan bahwa orang tua yang
dihukum penjara secara tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan anak.Keadaan
tersebut berada pada level atau ekosistem dimana terdapat setting yang tidak
berinteraksi langsung dengan anak ,namun dapat berpengaruh secara tidak
langsung terhadap perkembangan anak,setting ini di alami oleh significant
person anak yaitu orang tua anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar