Kamis, 22 Desember 2016

Cerita rakyat cermin perilaku zaman sekarang

CERITA RAKYAT,CERMIN PERILAKU ZAMAN SEKARANG
Oleh : Sudariyanti Lestari (15410265,3F)

Di Indonesia,hampir di setiap daerah,suku,adat istiadat,seni,legenda,dan sebagainya mempunyai ciri khas masing-masing.Contoh Tangkuban Prahu,Danau Toba tentu tidak asing di telinga kita,hampir di setiap daerah memiliki cerita yang sudah indentitas daerah tersebut.Selain legenda tentang suatu tempat,setiap daerah selalu mempunyai cerita yang sudah menjadi turun-temurun suatu masyarakat dan sudah di percayai bahwa cerita tersebut benar-benar ada seperti Jaka Tarub.Meskipun cerita tersebut hanya berkembang dari mulut ke mulut, tetapi sudah melekat di kehidupan masyarakat dan tidak bukti nyata yang menjadi dasar cerita tersebut.

BERAWAL DARI CERITA
Disini cerita yang saya ambil adalah cerita Jaka Tarub.Konon Jaka Tarub adalah sosok pemuda yang gagah perkasa.Ia sering keluar masuk hutan,hutan itu terdapat sebuah telaga.Tanpa sengaja ia melihat tujuh bidadari yang turun dari kayangan.Ketika melihat bidadari cantik itu,ia teringat kepada ibunya yang sudah meninggal karena Jaka berjanji akan menikah dengan seorang bidadari.Jaka bergegas mengambil selendang dari salah seorang bidadari tersebut yang bernama Nawang Wulan.Ketujuh bidadari tersebut bingung mencari selendang yang di ambil Joko.Nawang Wulan memutuskan untuk menyuruh adik-adiknya kembali ke kayangan.Nawang Wulan kembali berendam di telaga itu,kemudian Nawang Wulan berbicara,jika yang menemukan selendang tersebut seorang wanita makan ia akan menjadikan wanita tersebut  sebagai saudaranya.Kalau yang menemukan Selendang seorang laki-laki,maka ia akan menjadikannya seorang suami.Joko pun mendengar perkataan bidadari itu.Joko bergegas untuk menghampirinya,dan menyakan apakah ucapan sang bidadari itu benar atau tidak.Tak menunggu waktu lama joko dan Nawang Wulan menikah,kemudian Nawang Wulan hamil dan melahirkan seorang putri yang bernama Nawangsih.Pada suatu ketika Nawang sih berpesan kepada Jaka untuk tidak membuka panci yang berisi sebuah batu yang akan berubah menjadi sebuah nasi.Tetapi jaka lupa akan hal itu,sesampa di rumah Nawang Sih marah kepada Jaka karena ia tidak menepati amanah dari sang istri.Tiba-tiba Nawang sih menemukan selendangnya yang hilang,ia sangat kecewa kepada Jaka yang telah membohonginya.Tanpa berpikir panajng nawang sih langsung kembali ke kayangan,Joko pun merintah menimta agar istrinya tetap berada di bumi untuk mengurus anaknya.Nawang sih berjanji bahwa ia tidak melupakan kewajibannya menjadi seorang ibu,ia akan menemui Nawang Sih setiap bulan purnama tetapi dengan satu syarat Nawang sih harus sendiri tanpa harus di temani oleh Jaka Tarub.

BELAJAR DARI CERITA
Disetiap daerah tentu memiliki cerita turun temurun,otomatis tentu ada hal yang sudah menjadi pantangan untuk di jauhi warga yanag tinggal di daerah tersebut.Masyarakat pendesaan tentu masih memegang erat aturan yang di yakini.sampai-sampai tidak ada seorang pun yang berani melanggar aturan tersebut.Namun,kenyataan pada zaman sekarang anak muda-mudi sudah tidak lagi menggubris aturan itu,bahkan mereka kadang tidak tahu bagaimana legenda di daerah mereka.Dari cerita Jaka Tarub kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita ketika berjanji kepada seseorang,lebih lagi kepada orang tua yang telah memebesarkan kita maka sesulit apaun kita harus menepati janji tersebut,karena janji akan di tagih meskipun kita sampai mati.
Nilai etika yang tercermin dari cerita di atas yaitu Joko mengintip ketujuh bidadari yang sedang mandi di sungai,ia rela sampai bersembunyi di balik semak-semak.Hal ini sungguh tidak patut kita kita tiru,apalagi zaman sekarang banyak pengaruh negatif yang dapat dengan mudah kita akses melalui media internet.Hal yang tidak lazim dapat terjadi pada anak yang berusia di bawah umur,ketika orang tua mngawasi gerak anak untuk mengakses internet.Disini peran orang tua sangat di butuhkan agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

MONOLOG BALADA SUMARAH
Sumarah anak seorang PKI yang selalu di pandang hina di daerah sekitarnya.Bapak Sumah di penjara karena di tuduh menjadi anggota PKI,padahal beliau hanya kulakan gula dari PKI tersebut.menyingkat cerita,Sumarah mmutuskan untuk menjadi TKW,pelajaran yang ia perolah di sekolah sedikitpun tidak berguna untuk menaikkan derajat TKW.Sumarah di perlakukan tidak wajar di negeri orang,ia di siksa,diperkosa.Dan ketika ia sudah tidak kuat menahan kesakitan ia yang rasakan,ia memutuskan untuk membunuh majikannya sendiri.
Pemenjaraan memang sangat berdampak bagi psikologis seorang anak.Damapak yang paling bgesar bagi seorang anak yaitu,pertama anak merasa di kucilkan oleh lingkunagn setempat.yang kedua dimensi pendidikan akan berdampak pada ketidaktiadaan nilai-nilai moral anak terhadap masyarakat.Sehingga anak akan menganggap semua hal yang ia lakukan benar.

Teori Ekologi dari Urie Bronfenbrenner maka dapat di simpulkan bahwa orang tua yang dihukum penjara secara tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan anak.Keadaan tersebut berada pada level atau ekosistem dimana terdapat setting yang tidak berinteraksi langsung dengan anak ,namun dapat berpengaruh secara tidak langsung terhadap perkembangan anak,setting ini di alami oleh significant person anak yaitu orang tua anak. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar