Senin, 24 September 2018


Autobiografi
SUDARIYANTI LESTARI


Nama saya Sudariyanti Lestari, saya lahir di Jepara pada tanggal 15 Desember 1996, saya anak pertama dari satu bersaudara tepatnya anak semata wayang. Bapak saya bernama Darmadi dan Ibu saya bernama Warsiti.  Bapak saya bekerja sebagai petani dan ibu saya bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Pada saat saya berumur 6 tahun saya memulai pendidikan di SD Negeri 1 Jlegong yang beralamat di desa Jlegong kec.Keling kab.Jepara. Enam tahun kemudian saya lulus dan mendapat ijasah pertama dari SD ini. Kemudia saya melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Keling yang lokasinya tidak jauh dari rumah saya. Ketika SMP saya ikut ekstrakulikuler pramuka, selama tiga tahun saya mengikuti pramuka dan itu sudah menjadi aktivitas yang saya gemari. Tiga tahun kemudian saya mendapatkan ijasah kedua saya di SMP ini, saya lulus Alhamdulilah dengan nilai yang cukup memuaskan.Nilai itu bisa membuat kedua orang tua saya tersenyum dan saya merasa berhasil dengan usaha saya selama ini.

Kemudia saya memutuskan melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 kembang, lokasinya cukup jauh dari rumah saya,kira-kira 30 menit menggunakan bis. Di SMA ini saya banyak menulis cerita. Dari kelas X saya mulai aktif dari berbagai kegiatan, lomba pertama yang saya ikuti yaitu TUS (Tata Upacara Sekolah), saya bangga bisa menjadi peserta dari lomba TUS itu karena dari kelas X dan XI hanya di ambil 20 orang. Di kelas X juga saya masih mengikuti ekstrakurikuler pramuka. Masih dikelas X saya menjadi PASKIBRAKA Kabupten Jepara. Waktu kenaikan kelas XI saya masih mengikuti ekstrakurikuler pramuka, mengambil jurusan IPS. Dan teman-teman saya mempercayai saya untuk menjadi pradana putri atau bisa disebut sebagai ketua organisasi pramuka di SMA saya. Di kelas XI saya mengikuti berbagai kegiatan dan lomba. Kelas XI berlalu dan kelas XII pun datang, di kelas XII saya fokus dengan sekolah dan nilai saya. Alhamdulilah, watu perpisahan kelas XII saya mendapat nilai Geografi tertinggi dari seluruh kelas IPS.

Setelah saya melepas masa putih abu-abu saya memutuskan untuk melanjutkan perguruan tinggi di Universitas PGRI Semarang. Karena orang tua saya menginginkan untuk menjadi guru, saya mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Di universitas ini saya akan menulis hal baru dan meraih cita-cita saya dan membanggakan orang tua saya.Saya berharap selesainya saya menempuh pendidikan di universitas ini saya langsung mendapat pekerjaan karena saya ingin sekali membuat tersenyum orang tua saya.

Kamis, 22 Desember 2016

UPGRIS BERSASTRA

Sastra,  Kehidupan Kedua Bagi Seniman
Selasa,18 Oktober 2016 Balairung Universitas PGRI Semarang di gemparkan oleh deretan penampilan orang-orang hebat. Acara itu di moderatori bapak Dr. Harjito, deretan kritikus yang  mengupas habis buku karangan Triyanto Triwikromo. Tak kalah penampilan bapak rektor dan wakil rektor yang membacakan puisi dengan ciri khas mereka masing-masing.
Acara itu merupakan serangkaian bulan bahasa yang rutin di adakan setiap tahunnya oleh Universitas PGRI Semarang. Mahasiswa dan mahasiwi Universitas PGRI Semarang terpukau oleh penampilan bapak rektor yang menyanyikan puisi yang di iringi petikan gitar yang di mainkan bapak rektor sendiri.
Triyanto Triwikromo memberikan sambutan hangat hingga beliau meneteskan air matanya karena beliau terharu, tidak menyangka karena Universitas PGRI Semarang membuatkan  acara khusus untuk beliau. Beliau berkata bahwa menulis adalah hal yang paling beliau suka,dan berkat menulis beliau bisa belajar banyak hal.Disini judul yang paling menarik perhatian yaitu Bersepeda ke Neraka, judul yang tidak biasa di dengar. Tiga kritikus mengungkapkan judul buku yang paling menarik yaitu Bersepeda ke Neraka. Para kritikus juga mengatakan bahwa buku yang di tulis oleh Triyanto Triwikromo ini sangat sulit di pahami, tidak cukup satu kali baca untuk memahami buku ini.
Mahasiawa UPGRIS juga ikut serta memeriahkan acara Upgris Bersastra itu. Penampilan yang menarik yaitu pembacaan puisi sambil di iringi penari latar yang sangat memukau. Biscuittime, band asala UPGRIS yang sudah memiliki album, dan launching pertama tampil di Balairung.
Pada zaman globalisasi seperti sekarang ini, tidak sedikit orang yang mengetahui tentang sastra. Sebagian besar mereka hanya mampu menikmati sastra, bahkan ada sebagian dari mereka acuh tentang sastra.  Mereka tidak mengetahui bahwa banyak cerminan hidup dalam sastra. Pembaca awam tidak mengetahui proses kelahiran sastra hingga sampai ke tangan pembaca. Penciptaan sebuah karya sastra mengalami proses yang panjang. Proses ini seringkali di abaikan oleh pembaca dan mungkin pula dianggap sepele oleh sebagian penelaah sastra awam. Dimulai dari dorongan pertama untuk menulis,menemukan ide,penggrapan, dan sampai akhirnya di tangan pembaca tentu saja memerlukan semangat  yang luar biasa unruk menjadikan sebuah karya sastra.
Pradopo (2002:59) mengemukakan bahwa karya sastra secara langsung atau tidak langsung di pengaruhi oleh pengalaman dari lingkungan pengarang sendiri. Dalam menciptakan sebuah ide, pengarang harus memikirkan secara matang ide apa yang mau ia kembangkan. Tak sedikit pengarang yang mengambil ide dari sekitar lingkungan mereka. Justru terkadang ide yang berasal dari sekitar lingkungan mereka yang menarik perhatian pembaca. Sebagian besar banyak pembaca yang suka ide yang nge-trend di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, banyak pengarang yang harus berpikir keras agar karyanya dapat di nikmati semua kalangan.
Pendapat yang di kemukakan oleh Rusyana, bahwa ada dua tujuan pembelajaran sastra yakni untuk kepentingan ilmu sastra dan tujuan untuk kepentingan pendidikan. Bagi pecinta sastra, perkembangan sastra sekarang ini merupakan wujud suskes dari pengarang yang mampu membius penikmat sastra melalui tulisan pengarang.
Kini bagi kehidupan Triyanto Triwikromo, sastra sudah menjadi bagian dari hidupnya. Sudah banyak buku yang beliau garap, dan tak sedikit orang yang menyukai karya-karyanya. Bgai pecinta sastra, rela menghabiskan uangnya untuk memebeli karangan buku dari idola mereka. Setiap idola mereka membuat karya sastra baru, para penikmat sastra harus wajib punya. Entah apa dorongan mereka yang mengakibatkan hal ini terjadi. Bagi para mahasiswa perguruan tinggi khususnya mereka yang mengambil jurusan sastra, harus mengetahui perkembangan sastra dan tak hanya itu, mereka juga harus mengetahui Sastrawan yang sudah  menghasilkan buku-buku yang populer.
Para keluarga besar UPGRIS sangat menghargai sastra, sehingga tidak bosan-bosan mengadakan acara yang berbau sastra. Oktober, bulan dimana acara Bulan Bahasa di gelar, acara ini bukan hanya UPGRIS Bersastra tetpi juga mengadakan berbagai acara yang melibatkan semua kalangan. Selalu mengapresiasi orang-orang yang berprestasi dan tak hanya itu Upgris juga selalu mengadakan acara  yang menumbuhkan semangat, jiwa sportif dan rasa kekeluargaan yang tinggi. Para mahasiswa UPGRIS di bulan bahasa ini di tuntut untuk berkreasi se-kreatif mungkin. Sastra juga sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang, jika orang tersebut memahami secara mendalam apa itu sastra. Oleh karena itu banyak orang belajar dari karya sastra. Dengan cara menikmati sastra, secara tidak langsung kita sudah menghargai karya seseorang. Dari kita menghargai karya seseorang, kita banyak belajar salah satunya menghargai sesama ciptaan Tuhan. Dari sastra kita banyak belajar,  mendapatkan ilmu.  Acara yang seperti ini harus terus di kembangkan, agar kita tidak lupa karyanyang di hasilkan oleh orang-orang hebat, dengan begitu Sastrawan akan merasa bangga. Dengan begitu, Sastrawan juga akan terus semangat menghasilakn karya yang baru dan tentunya selalu mengandung makna yang berguna untuk pembaca.  Dan tak hanya itu, Karya yang di hasilkan tidak akan punah di makan waktu kalau kita terus mengapresiasi karya sastrawan.

Nama      : Sudariyanti Lestari
NPM        : 15410265
KELAS   : 3F



Cerita rakyat cermin perilaku zaman sekarang

CERITA RAKYAT,CERMIN PERILAKU ZAMAN SEKARANG
Oleh : Sudariyanti Lestari (15410265,3F)

Di Indonesia,hampir di setiap daerah,suku,adat istiadat,seni,legenda,dan sebagainya mempunyai ciri khas masing-masing.Contoh Tangkuban Prahu,Danau Toba tentu tidak asing di telinga kita,hampir di setiap daerah memiliki cerita yang sudah indentitas daerah tersebut.Selain legenda tentang suatu tempat,setiap daerah selalu mempunyai cerita yang sudah menjadi turun-temurun suatu masyarakat dan sudah di percayai bahwa cerita tersebut benar-benar ada seperti Jaka Tarub.Meskipun cerita tersebut hanya berkembang dari mulut ke mulut, tetapi sudah melekat di kehidupan masyarakat dan tidak bukti nyata yang menjadi dasar cerita tersebut.

BERAWAL DARI CERITA
Disini cerita yang saya ambil adalah cerita Jaka Tarub.Konon Jaka Tarub adalah sosok pemuda yang gagah perkasa.Ia sering keluar masuk hutan,hutan itu terdapat sebuah telaga.Tanpa sengaja ia melihat tujuh bidadari yang turun dari kayangan.Ketika melihat bidadari cantik itu,ia teringat kepada ibunya yang sudah meninggal karena Jaka berjanji akan menikah dengan seorang bidadari.Jaka bergegas mengambil selendang dari salah seorang bidadari tersebut yang bernama Nawang Wulan.Ketujuh bidadari tersebut bingung mencari selendang yang di ambil Joko.Nawang Wulan memutuskan untuk menyuruh adik-adiknya kembali ke kayangan.Nawang Wulan kembali berendam di telaga itu,kemudian Nawang Wulan berbicara,jika yang menemukan selendang tersebut seorang wanita makan ia akan menjadikan wanita tersebut  sebagai saudaranya.Kalau yang menemukan Selendang seorang laki-laki,maka ia akan menjadikannya seorang suami.Joko pun mendengar perkataan bidadari itu.Joko bergegas untuk menghampirinya,dan menyakan apakah ucapan sang bidadari itu benar atau tidak.Tak menunggu waktu lama joko dan Nawang Wulan menikah,kemudian Nawang Wulan hamil dan melahirkan seorang putri yang bernama Nawangsih.Pada suatu ketika Nawang sih berpesan kepada Jaka untuk tidak membuka panci yang berisi sebuah batu yang akan berubah menjadi sebuah nasi.Tetapi jaka lupa akan hal itu,sesampa di rumah Nawang Sih marah kepada Jaka karena ia tidak menepati amanah dari sang istri.Tiba-tiba Nawang sih menemukan selendangnya yang hilang,ia sangat kecewa kepada Jaka yang telah membohonginya.Tanpa berpikir panajng nawang sih langsung kembali ke kayangan,Joko pun merintah menimta agar istrinya tetap berada di bumi untuk mengurus anaknya.Nawang sih berjanji bahwa ia tidak melupakan kewajibannya menjadi seorang ibu,ia akan menemui Nawang Sih setiap bulan purnama tetapi dengan satu syarat Nawang sih harus sendiri tanpa harus di temani oleh Jaka Tarub.

BELAJAR DARI CERITA
Disetiap daerah tentu memiliki cerita turun temurun,otomatis tentu ada hal yang sudah menjadi pantangan untuk di jauhi warga yanag tinggal di daerah tersebut.Masyarakat pendesaan tentu masih memegang erat aturan yang di yakini.sampai-sampai tidak ada seorang pun yang berani melanggar aturan tersebut.Namun,kenyataan pada zaman sekarang anak muda-mudi sudah tidak lagi menggubris aturan itu,bahkan mereka kadang tidak tahu bagaimana legenda di daerah mereka.Dari cerita Jaka Tarub kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita ketika berjanji kepada seseorang,lebih lagi kepada orang tua yang telah memebesarkan kita maka sesulit apaun kita harus menepati janji tersebut,karena janji akan di tagih meskipun kita sampai mati.
Nilai etika yang tercermin dari cerita di atas yaitu Joko mengintip ketujuh bidadari yang sedang mandi di sungai,ia rela sampai bersembunyi di balik semak-semak.Hal ini sungguh tidak patut kita kita tiru,apalagi zaman sekarang banyak pengaruh negatif yang dapat dengan mudah kita akses melalui media internet.Hal yang tidak lazim dapat terjadi pada anak yang berusia di bawah umur,ketika orang tua mngawasi gerak anak untuk mengakses internet.Disini peran orang tua sangat di butuhkan agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

MONOLOG BALADA SUMARAH
Sumarah anak seorang PKI yang selalu di pandang hina di daerah sekitarnya.Bapak Sumah di penjara karena di tuduh menjadi anggota PKI,padahal beliau hanya kulakan gula dari PKI tersebut.menyingkat cerita,Sumarah mmutuskan untuk menjadi TKW,pelajaran yang ia perolah di sekolah sedikitpun tidak berguna untuk menaikkan derajat TKW.Sumarah di perlakukan tidak wajar di negeri orang,ia di siksa,diperkosa.Dan ketika ia sudah tidak kuat menahan kesakitan ia yang rasakan,ia memutuskan untuk membunuh majikannya sendiri.
Pemenjaraan memang sangat berdampak bagi psikologis seorang anak.Damapak yang paling bgesar bagi seorang anak yaitu,pertama anak merasa di kucilkan oleh lingkunagn setempat.yang kedua dimensi pendidikan akan berdampak pada ketidaktiadaan nilai-nilai moral anak terhadap masyarakat.Sehingga anak akan menganggap semua hal yang ia lakukan benar.

Teori Ekologi dari Urie Bronfenbrenner maka dapat di simpulkan bahwa orang tua yang dihukum penjara secara tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan anak.Keadaan tersebut berada pada level atau ekosistem dimana terdapat setting yang tidak berinteraksi langsung dengan anak ,namun dapat berpengaruh secara tidak langsung terhadap perkembangan anak,setting ini di alami oleh significant person anak yaitu orang tua anak. 

Cari Untung dengan Memanfaatkan Jabatan

Cari untung dengan Memanfaatkan Jabatan
Oleh : Sudariyanti Lestari
Tulisan Bung Heru Setiawan tentang Cari Untung dengan Memanfaatkan Jabataan,sangat menarik untuk di tanggapi.Setiap orang pasti mengidamkan jabatan yang tinggi dan dengan gaji yang tinggi pula.Namun,tidak sedikit orang menyalahkan gunakan jabatan tersebut.Suatau kejadian yang paling langka terjadi,isu penagkapan anggota DPD RI oleh KPK.Hal ini beralasan karena DPD selama ini merupakan lembaga yang tidak banyak memiliki kewenangan  dan tidak memiliki ruangan untuk menyelewangkan anggaran ataupun sebagainya.
Namun,tidak sedikit orang yang melakukan korupsi dengan pelbagai cara.Hal inilah yang dilakukan oleh ketua DPD RI,Irman Gusman.Motif ini dilakukan untuk melakukan tindak korupsi sangat efisen,karena di setiap lembaga negara pasti mempunyai  dana yang cukup besar oleh karen banyak orang yang ingin menjabat sebagai lembaga untuk melakukan hal tercela itu.
Menurut Ira Wati,saat ini korupsi telah menjadi penyakit nasional bangsa kita,dapat kita jumpai  korupsi telah terjadi di lapisan masyarakat.saya tidak habis pikir apa yang mereka pikirkan mengapa mereka tega mengambil uang yang bukan hak mereka.Uang yang seharusnya di gunakan untuk keperluan negara malah di salah gunakan untuk keperluan pribadi.Apakah mereka tidak sadar bahwa tindakan merekan melebihi seorang pembunuh ? secara tidak tidak langsung mereka membunuh banyak orang.Koruptor telah menghambat pembangunan yang seharusnya di lakukan secara efisien dan memperparah kemiskinan yang ada di Indonesia,kini para koruptor secara otomatis telah menambah utang negara yang sudah membengkak.
Di tingkat regional Asia dan Asia Pasifik,Indonesia telah menduduki peringkat teratas sebagai negara paling korup.Political and Economy Ris Consultancy (PERC) ,sebuah lembaga di Hongkong  yang selalu menempatkan Indonesia di juara pertama di hal korupsi di tingkat Asia dalam sepuluh tahun berturut turut.Tingkat korupsi di Indonesia tidak mengalami penurunan yang signifikan.Indonesia selalu berada di peringkat atas di bangkin dengan negara yang lainnya.

K.A Abbas (19750,korupsi beraibat sangat berbahaya bagi kehidupan manjusia,baik aspek kehidupan manusia,baik aspek kehidupan sosial,politik,birokrasi,ekonomi,dan individu.Bahaya korupsi bagi kehidupan diibaratkan bahwa korupsi adalah seperti kanker dalam darah,sehingga si empunya badan harus selalu melakukan “Cuci Darah” terus menerus jika ia masih menginginkan untuk hidup.

Surat Untuk Pak Naka

Dear Pak Naka,
Assalamualaikum wr.wb
Saya sungguh terharu Bapak mengirim surat untuk saya, dan berkesempatan untuk membalas sifatnya dengan sangat pribadi. Saya bingung mau membalas apa. Karena surat yang Bapak kirimkan saya kurang paham apa tujuan Bapak. Karena didalam surat itu menurut saya Bapak sedang curhat. Tapi meskipun isi surat Bapak curhat, tapi kata-kata yang Bapak sungguh menarik. Ya, memang menarik, karena Bapak sudah terbiasa menulis, sedangkan saya masih belajar menulis. Bapak Naka yang kagumi, sejujurnya saya ingin sekali seperti Bapak yang pandai menulis, tapi tak tau kenapa saya belum juga pandai menulis. Meskipun, sudah bapak tugasi terus-menerus untuk menulis. Kira-kira apa sebabnya ya, pak ? Saya juga mau bertanya kepada Bapak, bagaimana cara menumbuhkan ide yang kreatif dan unik untuk menulis ya pak. Saya bingung mau menulis apalagi. Tapi sebenarnya saya masih ingin meulis yang sebanyak-banyaknya. Tidak tau kenapa kenapa saya sangat sulit untuk menulis,.
Kira-kira Bapak jam segini lagi ngapain ya ? udah sarapan atau makan siang ? Mungkin Bapak sedang capek karena seharian mengajar, tak apa pak karena Bapak kami semua bisa mengetahui banyak hal. Sebelumnya saya minta maaf pak, saya hanya bisa membalas dengan kata-kata apa adanya seperti ini. Tidak sesuai dengan yang Bapak minta. Tapi saya sudah tidak tau mau menulis apa lagi. Saya berharap Bapak mengajari bagaimana agar saya lancar menulis. Agar dapat menulis yang luar biasa seperti Bapak
Wassalamualaikum wr.wb

Nama         : Sudariyanti Lestari

Bulan Bahasa Sebagai Bulan Kreatifitas Mahasiswa

Bulan Bahasa Sebagai Bulan Kreatifitas Mahasiswa

Universitas PGRI Semarang, 27 Oktober 2016 mengadakan Bulan Bahasa yang melibatkan seluruh keluarga FPBS. Acara Bulan Bahasa yang di rancang secara apik itu membuat semua peserta terkagum-kagum. Bulan Bahasa di adakan untuk memperingati hari Sumpah Pemuda  yang jatuh pada tanggal 28 Oktober. Setiap tahun UPGRIS memperingati Bulan Bahasa dengan tema yang berbeda setiap tahunnya.
Pembukaan acara  yang sangat menyentuh hati, empat orang di daerah dan keyakinan yang berbeda membacakan Sumpah Pemuda, suasana seketika menjadi haru karena panitia mempunyai ide yang cemerlang. Paduan Sura UPGRIS menyanyi begitu apik sambil mengiringi pembacaan Sumpah Pemuda. Hal yang paling menarik yaitu Bapak Rektor membuka acara sambil menabuh Percussion, bergabung dengan  mahasiswa tanpa ada batasan mahasiswa dan Bapak Rektor. Tepukan yang sangat meriah di tujukan untuk Bapak Rektor yang luar biasa.
Seusai pembukaan, acara di teruskan dengan penampilan tari yang diikuti perkelas. Dari semester 1-7 mempersembahkan penmapilan yang sangat kreatif,memukau, dan tentu saja unik. Ini merupakan lomba yang sangat bagus, karena di sini terdapat apresiasi yang menampilkan penampilan yang memukau.
Memperingtai Bulan Bahasa, yang dilakukan Universitas PGRI Semarang dapat menumbuhkan rasa keperdulian,kekeluargaan, dan patriotisme yang tinggi. Mengapa begitu ? karena secara tidak langsung bahasa dapat mempersatukan kita yang berbeda ras,suku,bangsa, dan agama yang berbeda. Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang di miliki oleh bangsa Indonesia. Bahasa yang mempersatukan kita yang berbeda agama,ras dan suku yang berbeda di Negeri ini. Karena Bangsa Indonesia mempunyai bahasa,ras dan suku yang beraneka ragam. Oleh karena itu, Bahasa Indonesia salah satu cara yang mempersatukan kita yang tinggal di negara yang beraneka ragam ini.
Sumpah Pemuda yang berbunyi , “kami putra dan putri Indonesia mngaku bertumpah darah satu. Tanah air Indonesia. kami putra dan putri Indonesia berbangsa satu Bangsa Indonesia. Kmai putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan. Bahasa Indonesia. “ sesuai dengan Sumpah Pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober, sudah jelas bahwa Bahasa sebagai alat pemersatu bangsa. Oleh sebab itu, kita harus menjaga Bahasa Persatuan kita agar hubungan antar ras,suku dan etnis dapat terjaga dengan baik.
Tidak dapat di pungkiri kita hidup di zaman modern, budaya barat dapat masuk dengan mudahnya kalau kita kita tidak pandai memilah dan memilih kita dapat mengikuti budaya barat yang dapat menghancurkan budaya kita sendiri. Kita sebagi generasi penerus bangsa, harus pintar-pintar menjaga budaya kita sendiri agar tidak di ambil oleh negara lain. Kalau tidak kita siapa lagi ? Jangan sampai kita lalai dengan budaya kita yang sudah menjadi icon negara kita. Budaya yang seharusnya dilestarikan dan dapat menarik wisatawan asing untuk melirik negara kita, dengan begitu devisa negara dapat naik sedikit demi sedikit.
Banyak warga negara asing yang lihai menarikan tari tradisional kita dan memahami betul seluk  beluk budaya kita. Tapi kenapa kita sebagi warga negara tidak memperdulikan itu ?  Sebagai generasi muda kita harus pindai memikat wisatawan asing, kita dapat mengenalkan budaya kita denagn sentuhan yang lebih modern agar tidak terlihat monoton. Universitas PGRI Semarang setiap tahunnya memperingati bulan bahasa, secara tidak langsung itu sudah melestarikan budaya Ibu Pertiwi ini. Kenapa begitu ? karena di setiap ajang Bulan Bahasa banyak mahasiswa yang memakai baju adat daerah. Tidak hanya itu, banyak ajang perlombaan yang di adakan oleh Universitas PGRI Semarang salah satunya pidato dengan 3 bahsa yakni Bahasa Indonesia,Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris. Ajang perlombaan tersebut dapat melatih kemampuan mahasiswa. Semoga kegiatan ini dapat diadakan setiap tahunnya tentunya dengan tema yang berbeda pula.


Nama      : Sudariyanti Lestari
NPM        : 15410265







Minggu, 18 Desember 2016

menimbang (ketiadaan ) Ujian Nasional

Tulisan yang ditulis Setia Naka Andrian menarik untuk di komentari. Akhir-akhir ini publik digemparkan dengan adanya rencana penghapusan Unjain Nasional (UN). Yang notabennya hingga dulu sampai sekarang Ujian Nasional di anggap masyarakat sebagai tolok ukuir kemampuan siswa dalam menempuh pendidikan.Selain itu dalam pandangan masyarakat bahwa anak yang mendapatkan nilai ujian nasional yang bagus maka akan menduduki perguruan tinggi pula. Namun,kenyataannya saat ini nilai ujian nasional di perlukan hanya berbobot 25%.yang berpegasruh dalam masuk ke perguruan tinggi yaitu dengan melalui tes sbmptn dan ujian mandiri yang diadakan di perguruan tinggi yang di masuk. Tentang hal penghapusan UN sah-sah saja kenapa begitu ? menurut saya,saat ini banyak anak yang menyepelekan ujian nasional beda dengan zaman dahulu kalau ada kata-kata ujian nasional merupakan hal yang paling menakutkan,karena bertahun-tahun kita mencari ilmu dengan hitungan hari kita di tentukan lulus atau tidaknya. Menurut pendapat saya kenapa hanya beberapa mata pelajaran saya yang hanya di jikan dalam ujian nasional bukankah kita mempelajari banyak mata pelajaran dalam mencari ilmu ? di sinilah ketidakadilan muncul dan dalam bertahu tahun kita mempelajari hal yang sia-sia. di s jika semua mata pelajaran tidak semuanya di ujikan lebih baik UN di hapuskan. Twetapi,jika semua mata pelajaran di ujikan maka UN harus terus di adakan. Dalam kehidupan yang serba canggih seperti sekarang ini,marak terjadinya perdagangan kunci jawaban, Entah dari mana mendapatkan itu semua. Yang sering saya lihat di setiap soal ada tulisan "DOKUMEN RAHASIA" tapi kenapa jika soal itu rahasia ada yanf menjual belikan kunci jawan soal UN. Dari sinilah mental tidak jujur orang Indonesia terbentuk. Dari pada keadaan ini terus bergulir di kalangan masyarakat lebih baik UN di tiadakan. Tetapi pemErintah harus mengambil tindakan tentang di tiadakannya UN dan mengganti dengan kebijakan baru,yang tentunya harus mengutamakan kejujuran dari pada nilai semata. Karena bangsa ini mebutuhkan orang yang jujur dari pada orang yang cerdas tetapi memiliki niatan menghancurkan bangsanya sendiri dengan cara menyalahgunakan kepintaran mereka. Terima kasih.