Minggu, 18 Desember 2016
menimbang (ketiadaan ) Ujian Nasional
Tulisan yang ditulis Setia Naka Andrian menarik untuk di komentari. Akhir-akhir ini publik digemparkan dengan adanya rencana penghapusan Unjain Nasional (UN). Yang notabennya hingga dulu sampai sekarang Ujian Nasional di anggap masyarakat sebagai tolok ukuir kemampuan siswa dalam menempuh pendidikan.Selain itu dalam pandangan masyarakat bahwa anak yang mendapatkan nilai ujian nasional yang bagus maka akan menduduki perguruan tinggi pula. Namun,kenyataannya saat ini nilai ujian nasional di perlukan hanya berbobot 25%.yang berpegasruh dalam masuk ke perguruan tinggi yaitu dengan melalui tes sbmptn dan ujian mandiri yang diadakan di perguruan tinggi yang di masuk. Tentang hal penghapusan UN sah-sah saja kenapa begitu ? menurut saya,saat ini banyak anak yang menyepelekan ujian nasional beda dengan zaman dahulu kalau ada kata-kata ujian nasional merupakan hal yang paling menakutkan,karena bertahun-tahun kita mencari ilmu dengan hitungan hari kita di tentukan lulus atau tidaknya. Menurut pendapat saya kenapa hanya beberapa mata pelajaran saya yang hanya di jikan dalam ujian nasional bukankah kita mempelajari banyak mata pelajaran dalam mencari ilmu ? di sinilah ketidakadilan muncul dan dalam bertahu tahun kita mempelajari hal yang sia-sia. di s jika semua mata pelajaran tidak semuanya di ujikan lebih baik UN di hapuskan. Twetapi,jika semua mata pelajaran di ujikan maka UN harus terus di adakan.
Dalam kehidupan yang serba canggih seperti sekarang ini,marak terjadinya perdagangan kunci jawaban, Entah dari mana mendapatkan itu semua. Yang sering saya lihat di setiap soal ada tulisan "DOKUMEN RAHASIA" tapi kenapa jika soal itu rahasia ada yanf menjual belikan kunci jawan soal UN. Dari sinilah mental tidak jujur orang Indonesia terbentuk. Dari pada keadaan ini terus bergulir di kalangan masyarakat lebih baik UN di tiadakan. Tetapi pemErintah harus mengambil tindakan tentang di tiadakannya UN dan mengganti dengan kebijakan baru,yang tentunya harus mengutamakan kejujuran dari pada nilai semata. Karena bangsa ini mebutuhkan orang yang jujur dari pada orang yang cerdas tetapi memiliki niatan menghancurkan bangsanya sendiri dengan cara menyalahgunakan kepintaran mereka. Terima kasih.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar